Contoh Soal Hukum Kirchhoff dan Pembahasannya

Contoh Soal Hukum Kirchhoff dan Pembahasannya - Hukum Kirchhoff merupakan prinsip dasar dalam analisis rangkaian listrik yang menjadi landasan penting dalam memahami aliran arus dan tegangan dalam suatu rangkaian. Dalam artikel ini, kita akan membahas contoh soal terkait Hukum Kirchhoff beserta pembahasannya untuk memperjelas konsep ini.


Hukum Kirchhoff mengajarkan bahwa dalam suatu simpul atau percabangan dalam rangkaian listrik, jumlah aliran arus masuk sama dengan jumlah aliran arus keluar. Dengan menggunakan Hukum Kirchhoff 1, kita dapat menghitung arus dalam rangkaian satu simpul. Selain itu, Hukum Kirchhoff 2 mengatakan bahwa jumlah seluruh penurunan tegangan pada loop tertutup adalah sama dengan jumlah seluruh tegangan yang diberikan pada loop tersebut. Dalam contoh soal Hukum Kirchhoff 1 dan 2, kita akan melihat rangkaian listrik dengan dua loop dan beberapa resistor, dan kemudian mencari nilai arus dan tegangan dalam rangkaian tersebut.


Dalam contoh soal Hukum Kirchhoff 1, kita akan mengidentifikasi simpul dalam rangkaian dan menerapkan prinsip bahwa jumlah arus yang masuk ke simpul harus sama dengan jumlah arus yang keluar dari simpul tersebut. Setelah kita menuliskan persamaan berdasarkan simpul-simpul dalam rangkaian, kita dapat menentukan nilai arus yang mengalir pada setiap resistor. Jawabannya kemudian akan dicantumkan untuk memastikan pemahaman yang tepat bagi pembaca.


Contoh Soal Nomor 1

Perhatikan gambar berikut.

Contoh Soal Hukum Kirchhoff dan Pembahasannya


Besar dan arah arus I4 adalah ....
A. 4 A menuju titik A
B. 4 A meninggalkan titik A
C. 8 A menuju titik A
D. 8 A meninggalkan titik A
E. 16 A meninggalkan titik A
Pembahasan :
Menggunakan Hukum I Kirchhoff :
\begin{align*} \Sigma I_{masuk} &= \Sigma I_{keluar} \\ I_1 + I_3 &= I_2 + I_4 \\ 7 + 11 &= 10 + I_4 \\ I_4 &= 8 \quad \textrm{A meninggalkan titik A } \end{align*}
Jawaban : D

Contoh Soal Nomor 2

Perhatikan rangkaian listrik tertutup berikut.

Kuat arus I yang mengalir pada rangkaian tersebut


Kuat arus I yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah ....
A. 0,5 A
B. 1,0 A
C. 1,5 A
D. 2,0 A
E. 2,5 A
Pembahasan :
Hambatan pararel harus disederhanakan dulu menjadi :
\begin{align*} \frac{1}{R_P} &= \frac{1}{12}+\frac{1}{4} \\ &= \frac{1}{12}+\frac{3}{12} \\ &= \frac{4}{12}\\ R_P &= 3 \quad \Omega \end{align*}
Sehingga rangkaiannya menjadi seperti berikut :
Soal Hukum II Kirchoff dan Pembahasannya


Menggunakan Hukum II Kirchhoff :
\begin{align*} \Sigma \varepsilon + \Sigma I R &= 0 \\ -12 + 6 + I\cdot 3 + I\cdot 2 + I\cdot 7&= 0 \\ -6 &= -12I\\ I &= 0,5 \quad \textrm{A} \end{align*}
Jawaban : A

Contoh Soal Nomor 3

Perhatikan rangkaian berikut.

soal hukum kirchoff 2 loop

Besar kuat arus yang mengalir pada rangkaian listrik adalah ....
A. 12 A
B. 8 A
C. 6 A
D. 4 A
E. 3 A
Pembahasan :
Perhatikan ilustrasi berikut :
soal hukum kirchoff 2 kelas 12
Menggunakan Hukum II Kirchhoff :
\begin{align*} \Sigma \varepsilon + \Sigma I R &= 0 \\ -12 - 12 + I\cdot 4 + I\cdot 1 + I\cdot 3&= 0 \\ -24 +8I &= 0\\ 8I &= 24\\ I &= 3 \quad \textrm{A} \end{align*}
Jawaban : E

Contoh Soal Nomor 4

Perhatikan rangkaian tertutup berikut.

soal hukum kirchoff 2 dan pembahasannya kelas 12

Apabila R1 = 1 Ω, R2 = 3 Ω, dan R3 = 8 Ω, besar kuat arus yang mengalir pada rangkaian adalah ....
A. 1,2 A
B. 1,0 A
C. 0,6 A
D. 0,5 A
E. 0,2 A
Pembahasan :
contoh soal hukum kirchoff arus
Menggunakan Hukum II Kirchhoff :
\begin{align*} \Sigma \varepsilon + \Sigma I R &= 0 \\ 9 - 3 + I\cdot 1 + I\cdot 3 + I\cdot 8&= 0 \\ 6 +12I &= 0\\ 12I &= -6\\ I &= -0,5 \quad \textrm{A} \end{align*}
Karena negatif berarti arah arus searah dengan arah jarum jam.
Jawaban : D

Contoh Soal Nomor 5

Perhatikan rangkaian tertutup berikut.

soal hukum kirchoff beserta jawabannya
Besar tegangan antara titik b dan c adalah ....
A. 10 V
B. 8 V
C. 6 V
D. 4 V
E. 3 V
Pembahasan :
soal hukum kirchoff 2 beserta jawabannya
Hukum I Kirchhoff :
I1 = I2 + I3 .................................. (1)
Hukum II Kirchhoff :
Untuk loop 1 :
\begin{align*} \Sigma \varepsilon + \Sigma I R &= 0 \\ - 3 + I_2\cdot 10 - I_3\cdot 4 - I_3\cdot 8&= 0 \\ 10I_2 -12I_3 &= 3 \quad \textrm{.................................... (2)} \end{align*}
Untuk loop 2 :
\begin{align*} \Sigma \varepsilon + \Sigma I R &= 0 \\ - 12 + I_2\cdot 10 &= 0 \\ 10I_2 &= 12 \\ I_2 &= 1,2 \quad \textrm{ A .................................... (3)} \end{align*}
I2 disubstitusikan ke persamaan (2) sehingga :
\begin{align*} 10I_2 -12I_3 &= 3 \\ 10\cdot 1,2 -12I_3 &= 3 \\ 12 -12I_3 &= 3 \\ -12I_3 &= -9 \\ I_3 &= \frac{3}{4} \\ &= 0,75 \quad \textrm{A} \end{align*}
Ibc = I3 = 0,75 A
Vbc = Ibc x Rbc = 0,75 x 4 = 3 V
Jawaban : E

Contoh Soal Nomor 6

Perhatikan gambar berikut.

contoh soal hukum kirchoff 1 dan 2 beserta jawabannya

Besar kuat arus yang melalui R3 adalah ....
A. 1 A
B. 1,5 A
C. 2,0 A
D. 3,0 A
E. 4,5 A
Pembahasan :
contoh soal hukum kirchoff beserta pembahasannya
Hukum I Kirchhoff :
I3 = I1 + I2 .................................. (1)
Hukum II Kirchhoff :
Untuk loop 1 :
\begin{align*} \Sigma \varepsilon + \Sigma I R &= 0 \\ - 10 + I_1\cdot 1 + I_1\cdot 3 + I_3\cdot 4 &= 0 \\ 4I_1 + 4I_3 &= 10 \\ 2I_1 +2I_3 &= 5 \quad \textrm{.................................... (2)} \end{align*}
Untuk loop 2 :
\begin{align*} \Sigma \varepsilon + \Sigma I R &= 0 \\ - 10 + I_2\cdot 1 + I_2\cdot 7 + I_3 \cdot 4 &= 0 \\ 8I_2 +4I_3&= 10 \\ 4I_2 +2I_3 &= 5 \quad \textrm{ .................................... (3)} \end{align*}
Untuk I2 = I3 – I1 disubstitusikan ke persamaan (3) sehingga :
\begin{align*} 4I_2 + 2I_3 &= 5 \\ 4(I_3 - I_1) + 2I_3 &= 5 \\ 4I_3 -4I_1 +2I_3 &= 5 \\ -4I_1 + 6I_3 &= 5 \quad \textrm{ .................................... (4)} \end{align*}
eliminasi persamaan (2) dan (4)
\begin{align*} \begin{aligned} \! \begin{aligned} 2I_1 + 2I_3 &= 5 \\ -4I_1 + 6I_3 &= 5 \end{aligned} \left| \! \begin{aligned} \times 2\\ \times 1 \end{aligned} \right| &\! \begin{aligned} 4I_1 + 4I_3 &= 10 \\ -4I_1 + 6I_3 &= 5 \\ \end{aligned}\\ &\! \begin{aligned} 10I_3 &=15 \\ I_3 &=1,5 \quad \textrm{A} \end{aligned} \end{aligned} \end{align*}
Jadi kuat arus yang mengalir melalui R3 adalah I3 = 1,5 A
Jawaban : B

Contoh Soal Nomor 7

Perhatikan rangkaian berikut.

soal hukum kirchoff 2 dan pembahasannya

Besar dan arah arus pada hambatan 2 Ω adalah ....
A. 2,5 A dari A ke B
B. 2,5 A dari B ke A
C. 1,5 A dari A ke B
D. 1,0 A dari B ke A
E. 1,0 A dari A ke B
Pembahasan :
soal hukum kirchoff 2 dan pembahasannya kelas 12
Hukum I Kirchhoff :
I2 = I1 + I3 .................................. (1)
Hukum II Kirchhoff :
Untuk loop 1 :
\begin{align*} \Sigma \varepsilon + \Sigma I R &= 0 \\ - 2 + I_3\cdot 6 &= 0 \\ 6I_3 &= 2 \\ I_3 &= \frac{1}{3} \quad \textrm{A .................................... (2)} \end{align*}
Untuk loop 2 :
\begin{align*} \Sigma \varepsilon + \Sigma I R &= 0 \\ 7 - I_2\cdot 2 - I_3\cdot 6&= 0 \\ 2I_2 +6I_3&= 7 \\ 2I_2 +6\cdot \frac{1}{3}&= 7 \\ 2I_2 +2&= 7 \\ 2I_2 &= 5 \\ I_2 &= 2,5 \quad \textrm{ A .................................... (3)} \end{align*}
I3 = \( \frac{1}{3} \) dan I2 = 2,5 A disubstitusikan ke persamaan (1) sehingga :
\begin{align*} I_2 &= I_1 + I_3 \\ \frac{5}{2} &= I_1 + \frac{1}{3} \\ I_1 &= \frac{5}{2} - \frac{1}{3} \\ &= \frac{15 - 2}{6} \\ &= \frac{13}{6} \quad \textrm{A} \end{align*}
Jadi besar arus pada hambatan 2 Ω adalah 2,5 A dari B ke A
Jawaban : B

Contoh Soal Nomor 8

Perhatikan rangkaian berikut.

hukum kirchoff 2 dalam kehidupan sehari hari
Beda potensial antara ujung A dan B adalah ....
A. 4,8 V
B. 5,6 V
C. 6,0 V
D. 7,2 V
E. 9,6 V
Pembahasan :
contoh rangkaian hukum kirchoff 2
Hukum I Kirchhoff :
I3 = I1 + I2 .................................. (1)
Hukum II Kirchhoff :
Untuk loop 1 :
\begin{align*} \Sigma \varepsilon + \Sigma I R &= 0 \\ 12 - I_1\cdot 3 - I_3\cdot 3 &= 0 \\ 3I_1 + 3I_3 &= 12 \\ I_1 + I_3 &= 4 \quad \textrm{.................................... (2)} \end{align*}
Untuk loop 2 :
\begin{align*} \Sigma \varepsilon + \Sigma I R &= 0 \\ - 12 + I_2\cdot 6 + I_3\cdot 3 &= 0 \\ 6I_2 +3I_3&= 12\\ 2I_2 +I_3 &= 4 \quad \textrm{ .................................... (3)} \end{align*}
Dari persamaan (1) karena I1 = I3 – I2 disubstitusikan ke persamaan (2) sehingga :
\begin{align*} I_1 + I_3 &= 4 \\ I_3 - I_2 + I_3 &= 4 \\ -I_2 +2I_3 &= 4 \quad \textrm{.................................... (4)} \end{align*}
eliminasi persamaan (3) dan (4)
\begin{align*} \begin{aligned} \! \begin{aligned} 2I_2 + I_3 &= 4\\ -I_2 + 2I_3 &= 4 \end{aligned} \left| \! \begin{aligned} \times 1\\ \times 2 \end{aligned} \right| &\! \begin{aligned} 2I_2 + I_3 &= 4\\ -2I_2 + 4I_3 &= 8 \quad \textrm{... +} \end{aligned}\\ &\! \begin{aligned} 5I_3 &=12 \\ I_3 &=2,4 \quad \textrm{A} \end{aligned} \end{aligned} \end{align*}
Karena I3 = IAB = 2,4 A, maka VAB :
VAB = IAB x RAB = 2,4 x 3 = 7,2 V
Jawaban : D

Contoh Soal Essay Hukum Kirchhoff Nomor 9

Pada rangkaian listrik berikut, hitung besar tegangan pada ujung A dan B.

contoh gambar hukum kirchoff 2
Pembahasan :
contoh hukum kirchoff 2 dalam kehidupan sehari hari
Hukum I Kirchhoff :
I3 = I1 + I2 .................................. (1)
Hukum II Kirchhoff :
Untuk loop 1 :
\begin{align*} \Sigma \varepsilon + \Sigma I R &= 0 \\ -3+2 + I_1\cdot 1 - I_2\cdot 1 &= 0 \\ I_1 - I_2 &= 1 \quad \textrm{.................................... (2)} \end{align*}
Untuk loop 2 :
\begin{align*} \Sigma \varepsilon + \Sigma I R &= 0 \\ - 4+3 + I_2\cdot 1 + I_3\cdot 1 &= 0 \\ I_2 +I_3&= 1 \quad \textrm{ .................................... (3)} \end{align*}
Dari persamaan (1) karena I1 = I3 – I2 disubstitusikan ke persamaan (2) sehingga :
\begin{align*} I_1 - I_2 &= 1 \\ I_3 - I_2 - I_2 &= 1 \\ -2I_2 +I_3 &= 1 \quad \textrm{.................................... (4)} \end{align*}
eliminasi persamaan (3) dan (4)
\begin{align*} \begin{aligned} &\! \begin{aligned} I_2 + I_3 &= 1\\ -2I_2 + I_3 &= 1 \quad \textrm{... -} \end{aligned}\\ &\! \begin{aligned} 3I_3 &=0 \\ I_3 &=0 \quad \textrm{A} \end{aligned} \end{aligned} \end{align*}
Karena I3 = 0, masukkan nilai I3 ke persamaan (3) diperoleh :
\begin{align*} I_2 +I_3&= 1 \\ I_2 +0&= 1 \\ I_2 &= 1 \quad \textrm{A} \end{align*}
Masukkan nilai I2 ke persamaan (2), sehingga :
\begin{align*} I_1 - I_2 &= 1 \\ I_1 - 1 &= 1 \\ I_1 &= 2 \quad \textrm{A} \end{align*}
Kawat AB dilairi arus I2 = 1 A, sehingga tegangan di titik AB yaitu :
\begin{align*} V_{AB} &= \Sigma \varepsilon +\Sigma IR \\ &= 3 + 1\cdot 1 \\ &= 4 \quad \textrm{volt} \end{align*}

إرسال تعليق (0)
أحدث أقدم