Gelombang Bunyi: Pengertian Lengkap, Sifat-Sifat, dan Contoh Penerapannya Sehari-hari

1. Pemantulan Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi dapat dipantulkan sehingga menimbulkan efek gema. Untuk meminimalkan efek gema, ruangan menggunakan peredam suara. Jika bunyi dipantulkan setelah menempuh jarak s, dengan kecepatan v, maka waktu yang dibutuhkan kembali ke pengamat adalah sebagai berikut.

\begin{align*} t = \frac{2s}{v} \end{align*}

2. Pembiasan Gelombang Bunyi

Pada siang hari, lapisan udara bagian atas lebih dingin daripada lapisan udara pada bagian bawah. Akibatnya, cepat rambat bunyi pada lapisan udara bagian atas lebih rendah dibandingkan dengan lapisan udara bagian bawah atau kerapatan medium pada lapisan udara bagian atas lebih tinggi daripada lapisan bagian bawah. Dengan demikian, ketika siang hari, bunyi petir yang merambat dari bagian atas udara akan dibiaskan menjauhi garis normal sehingga suara yang dihasilkan lebih pelan.


3. Interferensi Gelombang Bunyi

Interferensi adalah perpaduan dua gelombang yang koheren. Berdasarkan jenisnya, interferensi terdiri atas interferensi saling menguatkan (konstruktif) dan interferensi melemahkan (destruktif). Pada interferensi konstruktif hasil perpaduan dua gelombang tersebut sefase, sedangkan pada interferensi destruktif berlawanan fase.

a. Interferensi maksimum (bunyi kuat)

\( \Delta s = |s_1P -s_2P|\lambda \) dengan n = 1, 2, 3, ....

b. Interferensi destruktif (bunyi lemah)

\( \Delta s = |s_1P - s_2P| = (n-\frac{1}{2})\lambda \) dengan n = 1,2,3,...

4. Resonansi Bunyi

Resonansi adalah ikut bergetarnya suatu benda karena benda lain yang bergetar. Syarat terjadinya resonansi adalah jika frekuensi bunyi tersebut saling bersesuaian. Misalnya, kita memiliki tabung yang panjangnya I dan dicelupkan dalam air, kemudian di atas mulut tabung diberikan garpu tala yang frekuensinya f dan panjang kolom udara \(I_1 \), dengan mengubah panjang kolom udara menjadi \(I_2 \), akan terjadi resonansi yang kedua dan seterusnya.

a. Resonansi pertama: \( I_1 + c = \frac{1}{4}\lambda \)
b. Resonansi kedua: \( I_2 + c = \frac{3}{4}\lambda \)
Sehingga: \( I_2 - I_1 = \lambda \)

5. Pelayangan Bunyi

Jika terdapat dua sumber bunyi dengan selisih frekuensi yang kecil dan berbunyi bersamaan, akan terjadi pelayangan frekuensi. Besar pelayangan bunyi dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut.

\begin{align*} \Delta f = |f_1 - f_2| \end{align*}

6. Efek Doppler

Gelombang Bunyi: Pengertian Lengkap, Sifat-Sifat, dan Contoh Penerapannya Sehari-hari


Efek Doppler membicarakan perubahan frekuensi yang diterima pendengar dengan frekuensi sumber bunyi pada saat posisi pendengar dan sumber bunyi berubah. Efek Doppler dapat dinyatakan dalam persamaan berikut.

\begin{align*} \Delta f = |f_1 - f_2| \end{align*}

Kita memilih nilai positif untuk \( v_s \) jika sumber (s) menjauhi pendengar (p) dan nilai positif untuk \( v_p \) jika pendengar (p) mendekati s (sumber).

dengan
\( f_p \) = frekuensi yang didengar oleh pendengar (Hz),
\( f_s \) = frekuensi yang dipancarkan sumber (Hz),
v = kecepatan bunyi di udara (m/s)
\( v_p \) = kecepatan pendengar bergerak (m/s), dan
\( v_s \) = kecepatan sumber bunyi bergerak (m/s)

7. Cepat Rambat Gelombang Transversal pada Dawai

Besar cepat rambat gelombang transversal dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut.

\begin{align*} v = \sqrt{\frac{F}{\mu}} = \sqrt{\frac{Fl}{m}}=\sqrt{\frac{F}{\rho A}} \end{align*}
dengan
v = cepat rambat gelombang (m/s),
F = gaya tegang dawai (N)
µ = massa per satuan panjang (kg/m),
l = panjang dawai (m),
m = massa dawai (kg).
r = massa jenis dawai ( kg/m\(^3\), dan
A = luas penampang kawat (m²).

8. Sumber-Sumber Bunyi

Komponen Dawai Pipa Organa Terbuka Pipa Organa Tertutup
Nada dasar (n = 1)
Nada harmonik I
\( f_1 = \frac{v}{2l}\) \( f_1 = \frac{v}{2l}\) \( f_1 = \frac{v}{4l}\)
Nada atas 1 (n = 2)
Nada harmonik II
\( f_2 = \frac{2v}{2l}\) \( f_2 = \frac{2v}{2l}\) \( f_2 = \frac{3v}{4l}\)
Nada atas 2 (n = 3)
Nada harmonik III
\( f_3 = \frac{3v}{2l}\) \( f_3 = \frac{3v}{2l}\) \( f_3 = \frac{5v}{4l}\)
Perbandingan 1 : 2 : 3 1 : 2 : 3 1 : 3 : 5
Rumus frekuensi
nada atas ke -n
\( f_n = nf_1\) \( f_n = nf_1\) \( f_n = (2n-1)f_1\)
Jumlah perut n n+1 n
Jumlah simpul n+1 n n

9. Intensitas dan Taraf Intensitas

a. Intensitas gelombang bunyi

Intensitas bunyi adalah laju energi bunyi tiap satu satuan luas atau daya rata-rata per satuan luas dan dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut.

\begin{align*} I = \frac{P}{A} \end{align*}
dengan
I = intensitas bunyi (W/m²),
P = daya (watt), dan
A = luas (m²)

a. Intensitas gelombang bunyi

\begin{align*} TI = 10 \log \frac{I}{I_o} \quad <---> \quad \textrm{intensitas acuan} \quad I_o = 10^{-12} \quad \textrm{W/m}^2 \end{align*}
Untuk sumber bunyi yang sejenis sebanyak n sumber, mempunyai taraf intensitas sebagai berikut.
\begin{align*} TI_n = TI_1 + 10 \log n \end{align*}
dengan
TI\(_n \) = taraf intensitas untuk n sumber yang sejenis.

Sementara itu, untuk tempat yang jaraknya diubah dari r\(_1\), menjadi r\(_2\), diperoleh persamaan sebagai berikut.

\begin{align*} TI_{r2} = TI_{r1} - 20 \log \frac{r_2}{r_1} \end{align*}
dengan
TI\(_{r2}\) = taraf intensitas bunyi pada jarak r\(_2\) dan
TI\(_{r2}\) = taraf intensitas bunyi pada jarak r\(_1\).
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama